Cara jadi pemimpin dari gue ? Baca di sini

Gue rasanya tertarik buat nulis sesuatu tentang kolegium (lebih tepatnya kehidupan organisasi), apalagi baru aja kemaren jabatan ke pengurus baru udah diserahin. Menariknya, sekitar 2 atau 3 minggu yang lalu, gue gagal buat jadi pemimpin organisasi. Ironisnya lagi, gue kalah sama temen gue yang baru aja masuk pada tahun kedua kepengurusan gue.

Ya, berdasarkan sedikit trauma yang gue dapat, gue pengen berbagi sedikit kriteria seorang pemimpin. Udah banyak yang menjelaskan tentang…

gimana sih pemimpin yang baik ?

syarat dan ketentuannya apa aja ?

biayanya berapa ?

Oke, itu serasa iklan lewat. Jaringan lagi asburd

Balik lagi, di macem-macem sumber, sudah banyak yang menjelaskan gimana kriteria untuk jadi seorang pemimpin. Bahkan orang yang sering diundang ke acara-acara pengembangan diri, jelasin dengan versi mereka sendiri.

Itu versi mereka, apa versi kamu gue ? Gue jelasin deh. Moga sedikitnya bisa jadi modal buat kamu yang ingin memimpin. Sekalian curcol deh, hehehe :p

 

Punya inisiatif

Inisiatif bisa seperti ini

Inisiatif buat dijemput

Oke, itu ceritanya lain. LANJUT !

 

Yang gue perhatiin di lingkungan sekitar selama ini, kebanyakan pemimpin ada karena dipilih secara terpaksa. Jarang banget yang punya inisiatif sendiri, sehingga kadang ketika memimpin jadinya setengah hati. Mungkin juga ketika memimpin, gak tau apa yang harus dijalanin, sehingga hasilnya gak maksimal.

 

inisiatif-ilustration

Inisiatif gue anggap urutan pertama ? Kenapa ? Karena dari situ, kamu menjalani kepemimpinan ketika dipilih dengan senang hati. Ketika kamu memimpin dengan senang hati, kamu gak hanya dianggap orang lain menyenangkan, tapi kamu juga bermanfaat bagi orang-orang sekitarmu.

 

Punya visi

Gue sempat heran juga sih ketika gue akhirnya gak kepilih padahal udah punya visi misi sendiri, sedangkan temen gue yang gak kepikiran apa-apa kepilih. Kenapa ?

vision-mission

Mungkin dari visi misi sepertinya. Sebenernya lebih penting visi sih, karena visi merupakan tujuanmu memimpin. Visi misi yang kamu buat bisa terbagi jadi dua :

 

  • Visi dari kamu sendiri : tujuan kamu memimpin dari hati kamu sendiri
  • Visi untuk mereka : tujuan kamu memimpin untuk mereka

vision

Visi untuk mereka bisa berubah sewaktu-waktu seiring berjalannya kepemimpinan, tapi visi dari kamu sendiri akan tetap bertahan sampai kamu selesai kepemimpinan. Visi dari kamu sendiri itu penting karena itu yang akan menggerakkan kamu ke arah mana kamu akan berbuat. Sama ibaratnya seperti niat kamu untuk melakukan sesuatu.

Visi dari kamu sendiri haruslah memang benar-benar untuk mereka yang kamu pimpin, secara tulus, dan juga secara positif. Jika tujuanmu memimpin hanya untuk dirimu sendiri, bahkan untuk tujuan negatif, lebih baik koreksi dulu dan jangan ambil resiko jadi pemimpin.

 

Memenuhi syarat sebagai pemimpin

Ya, ini juga yang gak dipunyai banyak orang. Bahkan sebenernya sampai dalam kabinet presiden kita tercinta gak memiliki itu (buat temen-temen yang mengikuti dari awal, pasti tau apa itu)

Mungkin juga gue. Syarat umum sebagai pemimpin, utamanya apa sih ?

Gini deh, kriteria pemimpin yang seperti apa sih dasarnya ?

  • Cantik
  • Alim
  • Banyak uang
  • Baik

OKE, ITU CEWEK IDAMAN PAS NIKAH NANTI. INI TENTANG PEMIMPIN WOEY !

 

  • Mampu berhubungan dengan banyak orang
  • Disiplin
  • Mampu menyeimbangkan waktu
  • Jujur, amanah dan dapat dipercaya
  • Tegas
  • Terbuka akan kritik dan saran

 

Soal nilai, atau segala macem ? Sebenernya gak terlalu penting. Lihat aja Susi Pudjiastuti, lulusan SMP tapi bisa jadi menteri. Hanya aja memang untuk mahasiswa ato di bawahnya, menyeimbangkan waktu penting karena bagaimana pun juga berpengaruh ke akademikmu. Kalian masih pelajar.

Kalau ada yang gak terpenuhi gimana ? Mungkin lebih baik diurungkan aja dulu niatnya, dan mengoreksi diri. Karena kalau emang terpilih jadi pemimpin pun, kamu harus mengubah kekurangan-kekuranganmu. Itu pun jika kamu ternyata berhasil dan membuat kamu nyaman, tapi sebagian orang di luar sana belum tentu nyaman akan hal itu.

 

Mengayomi

Pada akhirnya gue ngerti satu kata ini. Kalo nemu di kamus, artinya melindungi. Ketika gue tanya kenapa gue gak kepilih, gue gak punya satu hal ini. Katanya sih.

 

Melindungi dalam artian apa ? Melindungi mereka dari serangan hujan badai ? Melindungi dari serangan cinta mendadak, seperti putus, panas, demam, cenat cenut ? Oke, gak.

 

Melindungi menurut gue mungkin lebih ke arah membuat orang-orang nyaman. Entah enak diajak bicara, atau segala macem, karena kamu juga kadang menghadapi masalah yang memungkinkan kamu harus mengatasi masalah orang lain juga. Melindungi juga di sini bisa dalam artian melindungi dari masalah-masalah yang kemungkinan akan terjadi, karena kamu dituntut untuk mengatasi masalah secara cepat dan benar.

berpikir

Kalau kamu sampai sekarang masih gagal move on (eaaa) dan selalu berpikiran lama, ato kamu ngatasi masalah dengan ngasal (track recordmu menunjukkan kamu bukan problem solver yang baik) mungkin lebih baik diurungkan aja dulu jadi pemimpin dan koreksi diri.

 

  1. Siap menerima kekalahan

Ada kemungkinan kamu akan gagal, walaupun kamu udah berusaha sekeras apa pun untuk menjadi pemimpin. Apalagi ketika kandidat untuk jadi pemimpin gak hanya kamu aja, jadilah kamu harus bersaing dengan orang lain, dan kemungkinan kalah juga pasti ada.

saat merasa kalah

Jika kamu ternyata kalah, lebih baik diterima aja. Berat sih memang, terlebih kalau usahamu udah keras, semakin kecewa juga ketika kamu gagal. Masih banyak di luar sana yang (mungkin) lebih menerima kamu menjadi pemimpin dibandingkan dengan apa yang kamu mau. Mungkin juga kamu bisa membuat definisi kepemimpinan yang berbeda dari kekalahan itu versi kamu sendiri, yang lebih membuatmu nyaman.

Prabowo

Jangan sampai seperti Prabowo saat pemilu lalu (maaf gak bermaksud menyinggung), yang ketika kalah saat pemilu, meminta untuk mengadakan pemilu ulang karena menganggap curang ato segala macem. Bahkan sampai demokrasi kita dikorbankan karena keputusan DPR yang menyatakan bahwa DPRD dipilih oleh DPR (yang gue curiganya, ada seseorang yang haus akan jabatannya, mungkin aja Prabowo). Jangan.

 

Jika pun juga kamu ternyata gagal untuk memenuhi kesemuanya itu, mulailah memimpin diri sendiri dulu. Karena memimpin diri sendiri juga ada kalanya belum tentu mudah bagi sebagian orang, dan kadang juga banyak yang berhasil jadi pemimpin, tapi diri sendiri juga belum bisa dikontrol. Berhubungan dengan banyak orang pun pastinya tetap menyenangkan tanpa harus menjadi pemimpin selama kamu rasa menyenangkan juga, karena ada kalanya beberapa hal yang bisa dicapai pemimpin kamu bisa ikut capai cukup dengan berhubungan dengan banyak orang tadi.

 

Oh ya, satu lagi, kepemimpinan gak bisa dicapai dalam waktu singkat. Jadi saran gue, mendingan jangan terapin tips-tips ini menjelang H-(sekian) pemilihan pemimpin jika kamu belum memenuhi syarat ini. Kemungkinan kamu gak konsisten, atau mungkin dianggap ada maunya lebih besar di situ.

 

——————————————————————————————————————————–

 

Oke, mungkin itu aja dulu sedikit mengenai syarat kepemimpinan dari gue. Kalau belom kepilih, jangan khawatir, ada gue juga kok. Gue pernah gagal, jadi kamu gak sendirian. Ayo kita joget sama-sama.

 

Tetap terus penuhi syarat kepemimpinan dan mengoreksi diri, karena setiap manusia adalah pemimpin 😉

 

(Kritik dan saran ditunggu)

Iklan

Komentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s