Adek

Gue awalnya agak takut buat nulis kayak ginian di blog, soalnya kakakku rupanya juga ikut baca di blog ini. Tapi setelah dipikir-pikir, rasanya membagikan sesuatu agar orang-orang tau kelak mungkin bikin hati lebih baik. Ini juga buat siapa pun yang masih manggil gue ‘adek’ (kecuali kakakku & saudara-saudaraku), gue bukan anak kecil lagi.

————————————————————————————————————————————–

Sejak SMA kemaren (kelas 2 kira-kira), gue ngalamin cedera otak perubahan besar. Gue tiba-tiba ngerasa pengen lebih dewasa dibandingkan temen-temen lain, karena di sekitar, gue masih dianggap kekanak-kanakkan. Itu kejadiannya lagi setelah gue gak bisa nunjukin SIM di polisi / security kompleksku (waktu itu emang gue belom punya sim, dan masuk kompleksku secara langsung diem-diem nyerobot dan gue gagal), dan dia panggil gue ‘adek’

 

Itu juga alasan kenapa gue mulai benci banget sama polisi, satpam, dan sebagainya. Pas habis kejadian itu, dan gue dipanggil itu, gue marah sih. (kompleksku securitynya ribet sih. Maklum, Kompleks perumahan migas)

 

Karena selama ini gue diremehin di lingkungan sekitarku, maka ada dorongan bahwa..

gue harus bisa jadi lebih baik

gue harus bisa memiliki moral yang lebih baik

gue harus bisa jadi lebih dewasa

dan semacamnya.

 

Ada perasaan yang bener-bener lain, yang intinya gue harus bisa membuktikan hal-hal semacam itu. Bahkan gue kuliah sampe sekarang pun bawa tujuan itu, bukan nurutin kemauan orang tua yang kayak di sinetron ato ftv ato juga murni belajar sih, tapi emang murni buktiin bahwa gue lebih baik dibandingkan mereka yang ngeremehin gue.

Mama sempat marahin gue soal ini. Karena otomatis gue juga membuat musuh di sekitarku, apalagi (mostly) sebagian teman-teman mama ato papa manggil gue seperti itu, jadilah nama keluarga gue tercemar. Gue beranggapan bahwa setiap yang memanggil gue ‘adek’ selain kakakku dan saudara kandung, mereka ngerendahin gue. Jadilah mama juga nasehatin bahwa mereka gak bermaksud ngerendahin gue.

Tapi ya tetep sih gue gak peduliin, karena gue pengen jadi dewasa kok. Selain itu juga mereka ngerendahin gue kok, karena umur gue juga udah bukan brondong lagi (Alhamdulillah). Gue udah 21 barusan btw. Jadilah itu gak layak ditujukan buat gue yang mau jadi dewasa itu tadi. Walaupun sekali lagi resikonya gue harus terima, kemungkinan besar mereka ngejauhin gue karena takut, it’s not a problem at all.

————————————————————————————————————————————–

Postingan ini agak ekstrim ya ? Kalo mo jauhin gue habis baca ini juga gak masalah, karena gue udah nyampaiin apa adanya soal gue. Gue minta maaf kalo habis baca ini temen-temen ketakutan, karena kenyataannya gue gak segalak itu tapi gue makan temen-temen sih.

Jadi inti posting ini apa sih sebenarnya ?

Kedewasaan pada dasarnya bisa diciptakan sendiri, meskipun peran lingkungan yang membentuk kedewasaan juga ikut masuk. Seperti layaknya gue, memutuskan buat dewasa dari kejadian pas SMA dulu, tapi sebagian besar karena motivasi gue sendiri (bukan karena terpaksa harus jadi dewasa karena diingatkan). Kira-kira itu gambarannya.

Selain itu, kekuatan buat bangkit dari keterpurukan (cieeh) juga tergantung dari motivasi kita sendiri. Misalnya seperti tadi, gue dipanggil ‘adek’, berarti gue termotivasi agar bisa jadi lebih dewasa dan lebih baik dari mereka yang memanggil itu tadi. Istilahnya, balas dendam yang positif buat tujuan positif.

Gue juga gak pernah ada sama sekali yang namanya panggil orang yang lebih muda dengan ‘adek’, karena selain gue sendiri juga gak suka dipanggil ‘adek’ (kecuali kakakku), gue gak pernah sama sekali dalam bergaul mengenal senioritas plus.. Menganggap seseorang itu inferior ato superior dari segi umur. Gue menganggap semuanya teman. Aku panggil adekku dengan nama adekku sendiri.

————————————————————————————————————————————–

Alhamdulillah, biarpun caranya salah, tapi gue udah berhasil buktiin ke mereka-mereka itu (walaupun masih proses) bahwa gue lebih baik dan dewasa (dan tentunya mereka bakal nyesel nanti udah ngeremehin gue).

Oh ya posting ini hanya sekadar buat tau dan gue gak maksud pamer apa pun. Gue hanya mo bagiin apa yang ada di pikiran gue. Moga bermanfaat ! 😀

Iklan

Komentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s